Oleh : Arif Nur M. (Kontributor Rubrik Sirah di moslemcharity.com)

Malam itu dua malaikat yang menyamar menjadi laki-laki nan menawan sedang bertamu di rumah Nabi Luth. Istri Nabi Luth mengabarkan kepada peduduk setempat akan keberadaan kedua laki-laki tersebut. Seketika kaum pemuja homoseks/gay itu berkumpul dan berusaha mendobrak pintu rumah Nabi Luth. Seperti kebiasaan mereka, manakala ada laki-laki tampan di wilayah itu, penduduk akan menangkap, mengambil paksa, mengarak, melukai, melakukan sodomi, memaksa berhubungan badan, menyiksa bahkan membunuh. 


Selain itu mereka gemar merampok, menyamun, sombong, sewenang-wenang. Sungguh perbuatan mereka rusak lahir batin. Entah berapa ribu kali Nabi Luth memeringatkan kaumnya agar bertaubat.

"Dan (Kami juga telah mengutus) Luth, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Mengapa kamu melakukan perbuatan keji, yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun sebelum kamu (di dunia ini). Sungguh, kamu telah melampiaskan syahwatmu kepada sesama lelaki bukan kepada perempuan. Kamu benar-benar kaum yang melampaui batas. Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Luth dan pengikutnya) dari negerimu ini", mereka adalah orang yang berpura-pura menyucikan diri. Kemudian Kami selamatkan Luth dan pengikutnya, kecuali istrinya. Dia (istrinya) termasuk orang-orang yang tertinggal." QS. Al-A'raf [7]: 80-83

Kedua malaikat itu Allah utus tidak lain dan tidak bukan, untuk mengabarkan agar Nabi Luth beserta pengikutnya menyelamatkan diri dari tempat tinggalnya pada akhir malam. Karena adzab Allah akan datang untuk memusnahkan kaum keji nan bejat itu. Ketika penduduk masih memaksa Nabi Luth untuk menyerahkan tamunya, Allah butakan mata para penduduk itu. Sehingga mereka membubarkan diri sambil meraba-raba tanah & dinding, penuh kebingungan dan ketakutan. Dari sinilah adzab itu bermula... 

"Maka ketika keputusan Kami datang, Kami menjungkir balikkan negeri kaum Luth, dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar, yang diberi tanda oleh Tuhan-Mu. Dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang yang zalim." QS. Hud [11]: 82-83

Ahli kepurbakalaan bernama Warner Keller mengatakan, "Suatu kali seluruh lembah Sadim yang mencakup wilayah Sodom dan Gomorrah amblas hingga mencapai kedalaman yang mengerikan. Kehancuran ini terjadi akibat gempa bumi dahsyat disertai beberapa kali letusan, juga percikan api yang muncul dari gas alam dan kebakaran yang hebat. Kekuatan gunung berapi yang tenang tiba-tiba aktif di kedalaman laut sepanjang lempengan dari lembah itu. Kawah berapi yang semula tenang terus-menerus bergejolak di bagian atas lembah, tepi pantai bagian barat. Ketika itulah uap gunung berapi turun sejauh wilayah yang luas pada permukaan kapur." 


Uap yang berbatu dan lapisan dalam batu gunung berapi menunjukkan bahwa tempat ini mendapat gempa yang dahsyat dan letusan gunung berapi yang luar biasa. Senada dalam potongan surat Hud : 82


.... وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّنْ سِجِّيْلٍ مَّنْضُوْدٍ

"... dan Kami hujani mereka bertubi-tubi dengan batu dari tanah yang terbakar."

 

Ayat ini memberi petunjuk terjadinya gempa yang berdampak pada gunung berapi, sehingga ia meletus di atas permukaan bumi agar bisa meninggalkan jejak kehancuran, rekahan, dan uap. 


"Dan sungguh, (negeri) itu benar-benar terletak di jalan yang masih tetap dilalui manusia." (Al-Hijr : 79). Yaitu negeri kaum Luth benar-benar terletak di jalan yang tetap dilalui hingga saat ini, seperti yang Allah sampaikan dalam ayat lain, "Dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka (kaum Luth) pada waktu pagi dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?" (Ash-Shaffat: 137-138). 


"Dan sungguh, tentang itu telah Kami tinggalkan suatu tanda yang nyata bagi orang-orang yang mengerti." (Al-Ankabut: 35)


Allahua'lam bish shawab

Demikian pelajaran bagi orang yang mau berfikir..

Maka, adakah sama antara orang yang mengetahui dengan yang tidak mengetahui..?


Sumber : 

- Ensiklopedia Mukjizat Al-Qur'an dan Hadis 1, Kemukjizatan Fakta Sejarah.

- Kisah Para Nabi, Ibnu Katsir.