Arif Nur M (Kontributor rubrik Sirah, moslemcharity.com)
“Tugas utama umat manusia disempurnakan oleh kaum muslimin. Filsuf terbesar, Al-Farabi, seorang muslim. Ahli Matematika terbesar, Abu Kamil dan Ibrahim Sinan, dua-duanya muslim. Ahli ilmu bumi dan ensiklopedi terbesar, Al-Mas’udi, seorang muslim. Ahli sejarah terbesar, Ath-Thabar, juga seorang muslim!"
“Tanpa produktivitas kaum muslimin di abad pertengahan, mustahil ada Eropa hari ini. Mustahil!”(George Sarton)
“Di masanya, sulit bagi banyak peradaban mengungguli orang muslim. Tidak ada negara yang pernah mencapai jumlah penemuan terbesar dalam waktu sesingkat umat Islam. Faktanya, mereka mendirikan salah satu kekuatan spiritual terkuat yang bertahan di dunia dan yang pengaruhnya masih lebih penting daripada yang lain. Secara politis, mereka mendirikan salah satu negara terbesar yang dikenal dalam sejarah dan mengubah Eropa lebih beradab dan lebih bermoral.” (Gustave La Bon, La Civilization des Arabes, 618).
Islam datang benar-benar membawa adab mulia, yang membuat orang-orang Eropa mengenal makna kemanusiaan. Sebelumnya, raja-raja Eropa tak segan menaruh bagian tubuh pemberontak dan memasangnya di gerbang-gerbang kota. Anak-anak kecil terbiasa melihat kepala terputus yang dipajang di tengah pasar. Kekejian ini terus berlanjut hingga menciptakan Eropa yang sadis dan mati kepekaannya.
Sepulang dari Perang Salib, para bangsawan dan Pasukan Salib memasuki gerbang-gerbang kota dengan aroma harum. Mereka membawa "sabun, minyak wangi, kamfer, balsem, permadani mewah Islam, sedangkan yang tak sengaja terbawa adalah Pengaruh Akhlaq Islam. Sebelum itu bangsawan Eropa tak kenal sabun dan minyak wangi. Mereka hanya mengolesi badannya dengan semacam tanaman liar.", tulis S.I Poeradisastra dalam bukunya 'Sumbangan Islam Kepada Ilmu dan Kebudayaan Modern'
Di sisi lain, bangsa Eropa tidak mengenal ilmu pengetahuan sampai Islam datang. Sumbangsih para ilmuwan muslim sungguh luar biasa jasanya dalam merintis beragam jenis sains modern mulai dari seni budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, astronomi, kesehatan yang kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh masyarakat Barat.
Sungguh dunia Barat berutang budi pada ilmuwan Islam. Kita selama ini mengira bahwa segala kehebatan itu dari Barat, padahal sebelum Barat sehebat sekarang, peradaban Islamlah yang menolong mereka. Jika kita paham, kita harus sadar bahwa ada peluang besar untuk Islam menjadi hebat lagi seperti masa keemasan dulu.

0 Komentar