Oleh : Arif Nur M (Kontributor rubrik sejarah moslemcharity.com)

Lima abad setelah Nabi Isa 'Alaihissalam diangkat ke langit, di bumi kala itu tidak ada yang benar-benar bisa menjaga keaslian risalah tauhid, bahkan Yahudi merusak ajaran Injil sehingga maknanya terkoyak parah.

Di Eropa berdirilah Kekaisaran Romawi yang besar namun sakit keras, Imperium dunia bagian barat yang setara 33 negara meliputi Eropa Timur, Afrika Utara, Spanyol, Italia, dan seluruh Laut Mediterania. Namun disana sedang berpecah belah dan saling bermusuhan. Pihak kerajaan Romawi menerapkan pajak yang sangat tinggi kepada petani dan buruh, merebut anak-anak dari orangtuanya untuk dipekerjakan di ladang dan dijadikan tentara. Wanita tidak boleh makan daging, tak diizinkan tertawa, bahkan dianggap kotoran yang dijadikan mainan dan seakan lebih rendah dari binatang piaraan.



Di Eropa Utara lebih mengerikan lagi. Kata sejarawan Muslim, Abu Ubaid Al-Bakri mendiskripsikan keadaan di sana kala itu, "Mereka membakar mayat-mayat keluarganya dan tidak mau menguburnya. Pasangan-pasangan si mayat biasanya akan memotong jari dihadapan mayat pasangannya yang sedang dibakar. Bahkan ada yang ikut membakar diri bersama pasangannya".

Sedangkan di Eropa Barat (Sekarang Perancis, Spanyol, Portugal, Belanda, dan lain-lain) dahulu adalah wilayah yang sangat gelap dan tidak memiliki pengaruh terhadap dunia. Seorang pemikir Inggris, Herberg George Wells menceritakan keadaan di Eropa Barat kala itu, "Tidak ada aturan dan undang-undang. Semuanya hidup dalam sebuah lingkungan yang berantakan."

Dr. Robert Stephen Briffault, doktor dan sejarawan Inggris dalam bukunya The Making of Humanity menambahkan, "Eropa saat itu dalam keadaan pekat dan gulita. Keadaannya lebih parah daripada masa-masa sebelumnya. Peradaban mereka seperti peradaban mayat yang telah busuk. Negeri-negeri yang sebelumnya maju seperti Prancis, Italia sudah hancur akibat perang panjang yang membunuh banyak manusia."

Di Asia, berdirilah Kekaisaran Sasanid Persia yang menjulang luas dari Cina bagian timur, India, lran sampai ke Mesir. Nyaris setara dengan 35 negara di Afrika dan Asia. Hanya Romawi yang bisa menandinginya.

Namun besarnya kekuasaan kerajaan ini membuat raja mengklaim dirinya sebagai dewa. Memaksa rakyat untuk patuh pada aturan yang sangat berat, pajak sangat tinggi, sehingga rakyat tidak bisa hidup bebas. Kasta yang rendah dan rakyat jelata yang akan menghadap raja harus berdiri jauh-jauh sejarak 10 meter, tidak boleh memandang wajah raja dan mesti menutup wajah dengan kain putih tipis agar napas mereka tidak mengotori istana.

Di India, penguasa menggolongkan rakyatnya menjadi beberapa kasta. Kasta tertinggi bisa sewenang-wenang mengambil wanita dari rumah rakyat biasa. Sementara para petani, buruh, pekerja miskin diperlakukan dzalim oleh para raja. Dan golongan kasta rendah tidak akan bisa naik kasta walaupun ia memiliki ilmu yang tinggi. Kebejatan lainnya, seorang lelaki biasa menjadikan istri dan anak-anak perempuannya sebagai taruhan judi.

Syeikh Ahmad Syalbi, seorang pakar perbandingan agama menuturkan, "Saat itu bangsa India menganggap kematian, penyakit, racun bahkan api itu lebih baik dari wanita."

Pada Bangsa Yahudi, telah mengubah isi Taurat dan Injil sekehendak mereka. Ajaran kebenaran yang dibawa para Nabi mereka dustakan bahkan membunuh sebagian besar para Nabi yang diutus Allah kepada mereka. Jumlah mereka kian hari kian sedikit karena mengalami pengusiran. Akhirnya sebagian besar mereka memilih pindah menuju negeri yang oleh para ilmuwan Yahudi akan menjadi tempat Nabi terakhir diutus. Negeri itu penuh pohon kurma dan padang pasir. Bangsa Yahudi tidak akan membiarkan sang Nabi terakhir lahir bukan dari nasab mereka. Segala cara akan mereka lakukan demi mendapatkan Nabi terakhir itu.

Dunia saat itu dikuasai oleh kedua imperium raksasa Romawi dan Persia yang saling berperang sejak tahun 285 - 628 M, 343 tahun lamanya! Selama itu pula kemenangan dan kekalahan dari kedua pihak silih berganti. Sayangnya, tidak pernah terpikirkan oleh keduanya bahwa sejarah melacak sinyal kekuatan sangat dahsyat akan lahirnya peradaban baru, dari wilayah Arab tandus yang tidak seorangpun melirik untuk menguasainya, menyambut datangnya seorang lelaki yang akan mengubah wajah sejarah dunia. Selamat datang cahaya Islam rahmatan lil 'alamin.

 Sumber : Buku The Untold Islamic History karya Edgar Hamas (Founder @gen.saladin)