Oleh : Arif N (Kontributor rubrik sejarah moslemcharity.com)

Kilas Balik

Sebagai pengingat bagaimana kondisi awal Eropa sebelum datangnya cahaya Islam, bahwa Kekaisaran Romawi memerintah secara tidak manusiawi, bengis, dan membuat aturan-aturan yang primitif. 

Sebagai gambaran situasinya terpampang dalam film-film Holywood yang mengisahkan Eropa di abad pertengahan. Keadaan Benua Eropa yang sangat sederhana lengkap dengan kastil-kastil batunya yang bernuansa klasik. Atap rumah-rumah penduduk dari dahan kayu dan daun-daun kering. Jalanan becek penuh dengan kotoran hewan ternak. Tidak ada irigasi dan teknologi penyerapan air, semuanya menggenang dan menjadi bibit penyakit. Zaman itu disebut dengan The Dark Ages, Abad Kegelapan. 

Misalnya di film Kingdom of Heaven. Di awal film dikisahkan ketika penduduk amat takut dengan biarawan. Gereja menguasai dan melakukan kedzaliman kepada rakyat. Para pendeta menyuruh jemaatnya mengumpulkan uang demi kekayaan gereja serta orang-orang yang ingin bertaubat harus membeli surat penghapusan dosa yang harganya selangit. 

Penyakit “pes” pernah melanda Eropa menambah pemandangan kelam tentang betapa kumuhnya Eropa saat itu. Tikus kejar-kejaran di jalanan kota, menyebarkan penyakit yang membunuh nyaris ⅔ populasi penduduk benua itu. Hal ini disebabkan kebersihan yang tidak terjaga, pengap dalam rumah, hewan ternak yang tidur bersama-sama dengan manusia.

Mark Graham dalam bukunya How Islam Created World menuliskan, “Dulu, di Eropa, mandi merupakan suatu hal yang diharamkan oleh penguasa. Pengharaman ini berakhir ketika Umat Islam memasuki Andalusia dan memimpin mereka. Orang-orang Eropa baru mengenal budaya mandi pada tahun 1100-1200an. Itu adalah tahun dimana mereka bersentuhan budaya dengan kaum muslimin di Palestina.”


Kepada Kalian yang Berkiblat pada Budaya Barat

Setelah membaca sejarah kehidupan bangsa Barat, mari mengoreksi kembali. Apa yang musti dibanggakan dari budaya mereka? Banyak orang yang cinta buta pada negeri-negeri maju di Benua biru itu, sampai-sampai berkata, “Ambil segalanya dari Eropa! Untuk menjadi negara yang maju, kita harus meniru adat Eropa, baik dan buruknya!”. Senada dengan ucapan Mustafa Kamal Attaturk yang menghancurkan Kekhalifahan Utsmaniyah.

Bukankah Islam dengan segala tatanannya yang paripurna jauh lebih manusiawi, masuk akal, menyehatkan, penuh manfaat & maslahat bagi kehidupan? Maka berbangga dengan segala yang telah Allah syari’atkan musti dijadikan langkah sadar sebagai hamba-Nya dalam menyelesaikan misi kehidupan di bumi. Mensyukuri nikmat hidup di zaman ini sedangkan Islam di dada kita. Saling mengingatkan dan menasihati dalam kebaikan dan menetapi kesabaran. Karena dunia tempatnya ujian.

Disarikan dari Buku The Untold Islamic History, Edgar Hamas, 2021