¤ Sayyaf Abu Zanki 

Puluhan luka sayatan mungkin lebih ringan daripada satu sayatan yang membekas di hati. Karena luka sayatan masih ada obat menanti. Tapi satu luka di hati, kemana hendak obat dicari?

Tahan lisanmu, karena ada puluhan hati yang sedang menanti sapaan, bukan celaan. Kata yang melesat dari lisan bisa menjadi senjata bagi saudara jika tidak kita kendalikan. Hati manusia itu sangat rapuh. Ia bukan baja yang tahan hantaman. Riyak air menyapa mungkin tak mengapa, tapi jika badai yang menerpa, apa hendak di kata? 


Bahtera saja banyak yang berguguran, karam di tengah samudera. Lalu, bagaimana hati yang rapuh akan kuat sementara ia tak punya kaki yang kokoh untuk menopang? Tergelincirnya kaki masih ringan daripada tergelincirnya lisan. 

"Sesungguhnya ada seorang hamba yang datang di hari kiamat nanti membawa kebaikan sebesar gunung, namun ia menjumpai lisannya  telah menghancurkan semua kebaikannya". (Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah)

THINK BEFORE ACT

Boyolali, 7 Jumadats Tsaniyah 1442 H