Hidup di dunia ini hanya sementara, berbatas waktu layaknya quota, tak selamanya kita tinggal. Hidup di dunia itu tak ada yang abadi. Tinggal sesaat untuk mengumpulkan bekal kembali. Pulang ke kampung abadi untuk hidup yang tiada berpangkal.
Maka kami pun heran dan bertanya, "mengapa kebanyakan manusia berlomba mengejar dunia?"
Ibnul Qayyim Al-Jauziyah Rahimahullah berkata,
"Dunia tak akan pernah kau gapai dengan semua langkahmu, maka mengapa pula kau mengejarnya dari belakang?"
Oleh karena itu, hendaknya setiap diri bermuhasabah dalam mengarungi lautan hidup ini. Bersegera untuk kembali memperhatikan tujuan hidup, yakni beribadah kepada Rabb Alam Semesta.
Dunia boleh kita cari untuk penghidupan, tetapi bukan prioritas utama. Ada hal lain yang harus kita perhatikan untuk bekal keselamatan kita nanti, yaitu akhirat yang kehidupannya tiada pernah berakhir. Apakah kita akan meninggalkan akhirat yang abadi? Sementara dunia yang kita kejar justru akan pergi dan meninggalkan kita?
Saudaraku...
Mari jadikan sisa hidup ini untuk mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya. Agar cukup untuk kita pulang ke kampung abadi. Kampung dimana dulu bapak dan ibu kita, Adam dan Hawa tinggal.
by: Sayyaf

0 Komentar