Cinta itu abstrak, tak dapat dipandang, pun tak dapat disentuh. Namun hadirnya dapat dirasakan. Rasa kasih dan sayang yang membalut cinta, mampu menghasilkan energi luar biasa. Bahkan kekuasaan pun mampu runtuh karena cinta. Marc Anthony, Penguasa Romawi Timur yang tak kuasa menahan deraan cinta Cleopatra. Drama percintaan inilah yang memicu perang saudara di kerajaan Romawi. Cukup jadi pelajaran kita.
Memang begitulah cinta, hadirnya seperti pedang yang siap menggores luka jika kita tak mampu menaklukkannya. Bila kita tak berhati-hati, ia pun akan membunuh kita. Maka letakkan cinta pada tempat yang mulia, niscaya ia akan menjadi sahabat yang dapat menyatukan, bahkan meraih kejayaan.
Bukankah kita telah mendengar? Ketika Rasul dan para sahabat menahan perihnya luka di medan Badar, cinta memainkan perannya. Rasa yang sudah mendarah daging, melupakan segalanya. Fokus pada satu tujuan, meraih kemenangan...!
Dan cinta membayar semuanya. Kehadirannya membawa energi juang yang tak mampu ditaklukkan sang Adidaya Quraisy. Meski jumlah sedikit, tapi cinta mampu hadirkan pertolongan dari pasukan yang tak mampu terlihat. Malaikat...!
Energi cinta pun mampu membuktikan. Biarpun mata tak mampu melihat, tapi ia mampu melihat kekuatannya. Lalu, bagaimana agar cinta tetap setia pada kebaikan? Sebagaimana Rasul dan para sahabat menggenggamnya? Caranya adalah, ikatlah cinta dengan keimanan, niscaya kekuatan apapun tak akan mampu menumbangkannya. Bahkan kekuatan super power sekalipun.
Selamat datang cinta, jadikan ia kawan, bukan lawan.
by: Sayyaf

0 Komentar