Ketika jalan cinta ini harus terganjal masalah. Rapuh terasa punggung yang memikul beratnya beban. Seluruh sendi mulai merasakan pahit dan getirnya melalui jalan cinta ini. Mata tak berhenti berkaca-kaca, sesekali menetes membasahi kedua pipi. 

Jalan cinta ini memang menakjubkan, indah penuh pesona. Hingga membuat hati yang iri kian merasa benci. 

Ku tahu Ya Allah, banyak hikmah yang Engkau sembunyikan di balik terpaan badai ini. Walau kami benar-benar terhempas di tengah samudera biru. Tapi kami sadar, ini adalah ujian dari-Mu. 



Di saat kami membawa banyak penumpang, tak mungkin kami tinggalkan mereka di tengah samudera. Di tempat yang jauh terasing dari keramaian, bergelut dengan dinginnya angin laut yang menusuk tulang. Itu ceroboh! 

Tapi Ya Rabb, sampainya para penumpang ke tempat tujuan tergantung bagaimana nahkoda menuntunnya. Lantas, bagaimana jika nahkoda sudah tak sanggup lagi bekerja? Hempasan badai menyentak nuraninya. 

Ya Rabb, Engkau lebih tau yang terbaik. Sekiranya harus berganti nahkoda, gantilah dengan yang lebih baik hingga para penumpang selamat sampai tujuan.

Duhai penggenggam alam raya. Semesta bertasbih pada-Mu. Memuji-Mu siang dan malam tiada berhenti. Hati ini milik-Mu Ya Rabb. Kami serahkan yang terbaik kepada-Mu. Kami hanyalah hamba-Mu yang lemah dalam segala hal. Hina dengan balutan dosa yang menggunung.

Meskipun demikian, satu harapan yang terus terlantun pada-Mu. "Istiqamahkan kami hingga di penghujung usia, saat kami menghadap kepada-Mu dalam kondisi terbaik".

by: Sayyaf